PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KABUPATEN PESAWARAN

Kabupaten Pesawaran  merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Lampung yang memiliki daerah dengan luas 117.377 Ha.  Lahan sawah 15.465 Ha dan lahan kebun/peladangan dan lahan lainnya 101.912 Ha, yang terdiri dari 11 Kecamatan yaitu Gedong Tataan, Negeri Katon, Tegineneng, Kedondong, Way Khilau, Way Lima, Punduh Pedada, Marga Punduh, Padang Cermin, Way Ratai dan Teluk Pandan

Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran mempunyai tugas dan fungsi yang berkaitan dengan pembangunan di bidang ekonomi.  Sektor pertanian, perkebunan dan peternakan mempunyai fungsi  dalam menghasilkan bahan pangan, pakan, agroindustri dan bioenergi, meningkatkan kapabilitas petani, serta menjaga keseimbangan lingkungan dengan praktek usahatani yang ramah lingkungan. Kegiatan pembangunan pertanian di Kabupaten Pesawaran saat ini fokus di bidang pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.

informasi lebih lanjut klik disini

Desa Sukajaya

Desa Sukajaya Kecamata Marga Punduh

Desa Sukajaya Punduh, desa yang terletak di sebelah selatan  Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu desa Agraris, desa yang memiliki luas pemerintahan kurang lebih seluas 1.084 Ha, dengan lahan produktif seluas kurang lebih 859 Ha.

Desa Sukajaya Punduh  tebagi dalam 5 Dusun yang masing masing dusun dikepalai seorang kepala dusun, Desa Sukajaya Punduh  memiliki batas-batas wilayah pemerintahan meliputi

  • Sebelah Utara berbatasan dengan desa Gayau Kecamatan Padang Cermin
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan desa Maja Kecamatan Marga Punduh
  • Sebelah Barat berbatasan dengan desa Maja Kecamatan Marga Punduh
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Teluk Lampung

Jumlah penduduk di Desa Sukajaya punduh    berjumlah 2.139 jiwa dengan jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki berjumlah 1.110 jiwa dan penduduk berjenis kelamin perempuan berjumlah 1.029 jiwa. Dan jumlah kepala Keluarga sabanyak 750 Kepala Keluarga. Masyarakat desa Sukajaya Punduh mayoritas bermatapencaharian sebagai Petani.

Desa Sukajaya Punduh memiliki ketinggian 0 sampai 1.437 M.dpl dengan suhu minimal 26ºC dan suhu teringgi 35ºC. Desa Sukajaya Punduh  memiliki curah hujan 6 bulan hujan dengan jumlah hari hujan terbanyak 26 hari dan debit curah hujan 3.500 mm/Thn. Dengan keadaan Geografis Perbukitan dan pantai.

Sayangnya Desa Sukajaya Punduh kurang tersentuh oleh pemerintahan kabupaten Pesawaran, ini terlihat dengan kurangnya infrastruktur penunjang kemajuan pembangunan desa. Seperti jembatan, jalan, dan sarana infrastuktur kesahatan. Akses menuju desa Sukajaya Punduh belum dilintasi oleh jasa angkutan umum. Untuk dapat menuju ke desa ini kita hanya dapat menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan jasa ojek.

Jarak tempuh dari Ibukota Provinsi menuju desa ini adalah 35 Km dengan memakan waktu kurang lebih 1 jam perjalan. Jarak tempuh dari ibu kota kabupaten berjarak 90 Km dengan waktu tempuh berkisar 2 jam perjalan. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kecamatan berjarak 2 Km dengan waktu tempuh 15 menit perjalanan.

Di desa Sukajaya Punduh  belum terdapat sarana kesehatan yang memadai seperti Puskesdes atau Puskesmas. Di desa ini hanya terdapat 1 (satu) kelompok Posyandu untuk menunjang tingkat kesehatan anak di desa ini. Kegiatan posyandu di desa Bunut Seberang dilakukan satu kali kegiatan dalam satu bulan. Oleh karena itu masih banyak pekerjaan rumah bagi aparat pemerintahan desa Sukajaya Punduh  dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam membangun desa ini.

Selain itu Desa Bunut seberang memiliki potensi desa yang dapat menunjang kegiatan pembangunan desa. Seperti halnya Sebagai berikut :

Perkebunan

Luas perkebunan yang terdapat di desa Sukajay Punduh seluas kurang lebih 465 Ha dengan komuditas unggulan seperti tanaman Kakao dan cengkeh. Hasil perkebunan di desa ini dapat dikatakan melimpah dengan hasil 150 ton/tahun biji kakao kering dan 65 ton/ tahun cengkeh kering.

Pertanian

Desa Sukajaya Punduh  memiliki 70 Ha areal Persawahan, 65 Ha Persawahan setengah teknis dan 5 Ha merupakan sawah tadah hujan. Karena sawah di desa ini merupakan sawah setengah teknis dan belum adanya saluran irigasi yang memadai, sawah di desa Sukajaya Punduh  dapat dilakukan dua kali penanaman dalam 1 tahun. Hasil yang diperoleh dari sektor ini cukup besar yaitu kurang lebih 65 ton gabah kering pertahun.

Selain Pertanian padi, para petani di desa ini juga menanam tamana palawija dan sayur-sayuran Seperti timun, terung, sawi dan lain-lain. Tetapi untuk sektor pertanian Palawija dikerjakan hanya untuk memenuhi kebutuhan sayur mayur masyarakat sekitar desa saja.

Desa Penyandingan

Desa Penyandingan Kecamatan Marga Punduh

Desa Penyandingan sebuah desa di Kabupaten Pesawaran tepatnya berada di Kecamatan Marga Punduh. Luas wilayah pemerintahan desa Penyandingan  seluas 1233 Ha dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Pekon Ampai Kecamatan Marga Punduh
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Tajur Kecamatan Marga Punduh
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Umbul Limus kecamatan Marga Punduh
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Maja Kecamatan marga Punduh

Desa Penyandingan dengan luas pemerintahan seluas 1233 Ha memiliki bermacam potensi yang luar biasa banyak bila dikelola dengan baik dan bijaksana. Salah satu potensi yang terdapat didesa Penyandingan adalah Potensi pertanian  yang dapat dikelola sebagai Potensi  dan tentunya akan menambah pendapatan desa.

Potensi lainnya selain dari sektor Pertanian  Penyandingan juga memiliki potensi  perkebunan selain, itu desa Penyandingan memiliki Sumber daya manusia yang cukup berkualitas dalam membantu pembangunan di desa.

Luas wilayah desa Penyandingan terdiri dari lahan pemukiman seluas 230 Ha, luas Persawahan seluas 100 Ha, luas perkebunan 411 Ha, luas perkuburan seluas 2 Ha, luas pekarangan seluas 60 ha, dan luas perkantoran seluas 1 Ha.

Desa Penyandingan terbagi dalam lima Dusun atau Rukun Warga yang masing-masing dusun dikepalai seorang Kadus atau Kepala Dusun.Keadaan geografis desa Penyandingan dikelilingi Bukit, dengan mata pencaharian masyarakat desa Penyandingan berprofesi sebagai petani. Petani di desa Penyandingan banyak bergerak dibidang pertanian kakao atau coklat, dan sebagian lainya bergerak di bidang pertanian padi.

Desa Pekon Ampai

Pekon Ampai merupakan desa yang terletak di Kecamatan Marga Punduh kabupaten Pesawaran.  Pekon Ampai memiliki luas pemerintahan seluas 1.917 Ha yang terbagi dalam 3 dusun dan 10 RT. Pekon Ampai memiliki batas-batas wilayah Pemerinthan sebagai berikut

Desa Harapan Jaya memiliki luas wilayah 994,30 Ha dengan lahan produktif 859 Ha dengan perincian sebagai berikut :

Sebelah Utara    : Berbatasan dengan desa Sukajaya Punduh dan desa Tajur

Sebelah Timur    : Berbatasan dengan desa Kekatang

Sebelah Selatan : berbatasan dengan desa Kunyaian kecamatan Marga Punduh

Sebelah Barat     : Berbatasan dengan desa Umbul Limus

 

KONDISI PEREKONOMIAN

Jumlah penduduk Desa Pekon Ampai  sebanyak 713 jiwa dengan penduduk usia produktif 713 jiwa, sedangkan penduduk yang dikategorikan miskin 402 jiwa. Mata pencarian sebagian penduduk adalah pekebun sedangkan hasil produksi ekonomis Desa yang menonjol yaitu kakao/coklat.

 

Potensi Pekon Ampai

Potensi Pertanian

Desa Pekon Ampai memiliki luas lahan pertanian seluas kurang lebih 75 Ha dengan pemaamfaatan lahan sebagai lahan perkebunan dan lahan pertanian palawija. Komuditas unggulan pertanian desa Pekon Ampai adalah kakao, cengkeh, pala dan pisang.

Hasil pertanian berupa kakao cukup melimpah dengan hasil 20 ton/ha menjadikan desa Pekon Ampai sebagai desa Sentra penghasil kakao.

Selain kakao Masyarakat desa Pekon Ampai sedang mengembangkan perkebunan Pala, Perkebunan ini diharapkan oleh masyarakat desa Pekon Ampai sebagai komuditas unggulan di di desa ini, melihat harga buah, biji pala yang cukup tinggi

Foto Kakao

Desa Pekon Ampai juga terkenal sebagai desa pengahasil kopi, daerah topografi desa Pekon Ampai yang berupa perbukitan memang cocok untuk ditanami tanaman kopi, tanaman kopi yang dikembangkan atau ditanam di desa Pekon Ampai adalah jenis tanaman kopi Robusta, tapi sayang harga biji kopi kering yang turun naik menyebabkan masyarakat desa Pekon Ampai kurang memperhatikan komuditas ini.

Foto Hasil Kopi

Perlu adanya perhatian dari pihak kabupaten untuk meningkatkan hasil perkebunan desa Pekon Ampai, pelatihan terhadap gapoktan-gapoktan yang ada di desa Pekon Ampai dapat menambah pengetahuan para petani di desa Pekon Ampai dalam meningkatkan hasil pertanian di desa ini.